Teten Masduki Dukung Program UMKM 'Naik Kelas' Pemkab Banyuwangi

author optikaid

- Pewarta

Senin, 25 Okt 2021 12:50 WIB

Teten Masduki Dukung Program UMKM 'Naik Kelas' Pemkab Banyuwangi

i

Ket: Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menikmati kopi Banyuwangi. Minggu (24/10/2021) (Dok: Humas Pemerintah Kabupaten Banyuwangi )

Optika, Banyuwangi - Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM),Teten Masduki, siap mendukung Program UMKM 'Naik Kelas' Yang digagas Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.

"UMKM atau warung-warung kita garap bersama. Apalagi Banyuwangi punya program UMKM Naik Kelas. Kami ada tim, nantinya kerja sama agar bisa semakin kuat kreativitasnya dan penggunaan teknologinya," ujar Menteri Teten,Minggu (24/10/2021).

Dalam kunjungannya di Banyuwangi, Ia menilai dengan iklim UMKM yang maju bisa menjadi pertanda baik untuk perekonomian masyarakat.

"Saya lihat Banyuwangi serius menggarap UMKM dan menginspirasi saya. Ini bisa menjadi kekuatan besar pemulihan ekonomi masyarakat,"  katanya.

Menurutnya, saat ini pemerintah menargetkan sebanyak 30 juta UMKM terhubung dalam ekosistem digital di tahun 2024. Hingga kini baru sekitar 15,9 juta UMKM yang terhubung secara digital.

Katanya, sudah saatnya usaha besar dan kecil ini tidak bersaing, tetapi justru bermitra. UMKM harus terhubung dalam rantai pasok ekonomi global, salah satu caranya dengan koperasi.

Usaha-usaha mikro bermitra melalui koperasi dan pemerintah harus mengintervensi agar koperasi tumbuh dengan sehat dan menjadi salah satu kekuatan besar.

"Ke depan persaingan global akan dimenangkan oleh kekuatan dalam inovasi," ujarnya.

Menteri Teten menjelaskan untuk pembiayaan penguatan koperasi, Kemenkop UKM telah menyediakan Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM).

Ia mencontohkan petani kopi di Aceh yang menjerit saat pandemi karena harga kopi anjlok dan tak laku di pasar. Presiden Joko Widodo menginstruksikan Kemenkop UKM untuk menyelesaikan masalah tersebut.

"Salah satu caranya koperasi membeli kopi dari petani dengan harga wajar. Setelah itu koperasi menyimpan, dan menjual kopi dari petani itu saat harga kembali normal dan market bisa menerima. Akhirnya petani tenang dan koperasi juga bisa untung. Selalu ada jalan ketika kita mau membantu sesama," paparnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Teten menambahkan koperasi bisa menjadi konsolidator dari usaha skala mikro.

Sementara, Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menyampaikan terima kasih atas dukungan Kemenkop UKM. Kata Ipuk, Pemkab Banyuwangi saat ini fokus penguatan UMKM sebagai salah satu upaya pemulihan ekonomi.

Sejumlah program, di antaranya ongkos kirim graris ke ke seluruh Indonesia untuk UMKM, pendampingan UMKM untuk go digital hingga sertifikasi, jemput bola membantu UMKM dalam mengurus izin usaha, program bantuan peningkatan kapasitas warung-warung kecil, Hari Belanja ke Pasar dan UMKM setiap bulannya pada tanggal-tanggal tertentu, hingga bantuan kepada ribuan PKL selama masa PPKM.

"Kami juga menjalankan program Jagoan Banyuwangi untuk membuat anak-anak muda tetap giat berwirausaha meskipun di masa pandemi yang sulit," ujarnya.

Selama di Banyuwangi, Menteri Teten mengunjungi dan berdialog dengan sejumlah UMKM, antara lain saat di pergelaran Banyuwangi Muslim Fashion Festival, Desa Banjar, dan sejumlah pusat oleh-oleh khas UMKM.

Reporter: Jeni Maulidina

Editor: Amrizal

Editor : Pahlevi

Tag :

BERITA TERBARU