Terkait Bonus Tim Piala Thomas, Pemerintah Akan Berikan Lewat PBSI

author Denny Setiawan

- Pewarta

Minggu, 05 Des 2021 21:27 WIB

Terkait Bonus Tim Piala Thomas, Pemerintah Akan Berikan Lewat PBSI

i

foto: kemenpora

Optika.id - Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI), Zainudin Amali memberi penjelasan lengkap terkait bonus atlet bulutangkis yang berhasil menjuarai Piala Thomas 2020.

Menpora Amali mengungkapkan, awalnya para atlet bulu tangkis Indonesia yang berhasil menjuarai Piala Thomas ini direncanakan bertemu Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Negara setelah gelaran Piala Thomas selesai.

Baca Juga: Luhut Ungkap Negara Maju Sudah Membangun Sistem Digitalisasi

Sebenarnya kita itu merencanakan tim Piala Thomas ini setelah selesai semua rangkaian, mereka bisa diterima bapak Presiden seperti pada saat Olimpiade dan Paralimpiade, kata Menpora Amali saat melakukan konferensi pers secara virtual, Minggu (5/12/2021).

Namun, karena kegiatan-kegiatan series bulutangkis yang dihadapi oleh para atlet begitu selesai Piala Thomas sehingga hal tersebut tidak memungkinkan. Selain itu, begitu mereka tiba di Indonesia kemudian mereka harus mengikuti kejuaraan di Bali. 

Secara kebetulan bapak Presiden sedang ada di Bali, ada kegiatan lain, beliau mampir di kegiatan bulu tangkis dan bertemu dengan atlet Piala Thomas kita. Karena bapak Presiden sudah bertemu dengan tim di Bali, maka tentu rencana untuk ke Istana itu tidak jadi, saya kira tidak mungkin Pak Presiden bertemu lebih dari satu kali dengan satu kegiatan yang sama, ujarnya.

Namun, Zainudin Amali memastikan bahwa pihaknya di Kemenpora akan memberikan apresiasi berupa bonus kepada para atlet tim Piala Thomas 2021.

Setelah saya rapat koordinasi di internal, akhirnya kita putuskan untuk memberikan apresiasi dari pemerintah berupa bonus itu. Tetapi kedepnnya kita akan pertegas, kegiatan-kegiatan yang akan mendapatkan apresiasi dan bonus dari pemerintah, kategorinya akan kita perjelas, jelasnya.

Menurut Menpora Amali, untuk kategori multi event olahraga internasional sudah dipastikan akan mendapatkan bonus karena secara aturan sudah ada di Kemenpora. Sementara untuk single event yang perlu diperjelas karena di dalam aturannya hanya disebutkan bonus untuk kejuraan dunia tanpa spesifikasi disebutkan kejuraan dan cabang olahraganya.

Kejuaraan dunia ini banyak, kemudian cabornya banyak. Maka akan segera kita sesuaikan dengan aturan yang ada di tempat kita. Kita harus tegas supaya tidak ada debatable, diskusi yang berkepanjangan dan lainnya. Dan kami akan cantumkan secara jelas penamaannya, itu misalnya Piala Thomas, dan kejuaraan yang lainnya, tukas Amali.

Baca Juga: Catatan Akhir Tahun dari MIPI Penuh Konflik Laten, Buruknya Tata Kelola Pemerintah

Ditegaskan Menpora Amali, hal itu dilakukan sebagai bentuk kehati-hatian pemerintah dalam penggunaan anggaran negara.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kami harus berhati-hati, ini menyangkut keuangan negara. Saya tidak mau salah kalau ternyata dalam aturan kita tidak begitu cukup jelas. Kami juga berkonsultasi dengan Kementerian Keuangan terkait pemberian apresiasi dan bonus ini. Dan akhirnya kita putuskan untuk tim Piala Thomas karena sudah berhasil membawa kembali piala itu, maka kita akan berikan, paparnya.

Namun demikian, apresiasi dan bonus tersebut nantinya akan diberikan langsung kepada federasi olahraga dalam hal ini Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) karena kejuaraan ini bukan perorangan dan berbeda dengan Olimpiade dan Paralimpiade.

Karena ini tim tentu kita akan sampaikan kepada federasi bukan ke orang perorang. PBSI yang akan mengatur dan merka yang tahu tim ini sampai pelatih dan semuanya, jelasnya.

Baca Juga: Luhut Ungkap Subsidi Motor Listrik Pada 2023 Mencapai Rp 6,5 Juta

Reporter: Denny Setiawan

Editor: Amrizal

Editor : Pahlevi

BERITA TERBARU