Logo Optika.Id
Netizen

27-11-2022 | 09:54:33

Apa itu Sesar Gempa? Penjelasan, Jenis-Jenis dan Sebarannya

Ditulis oleh:

Seno

Optika.id - Secara Geologi istilah sesar disebut juga dengan patahan atau fault. Pergerakan sesar atau patahan ini dapat menyebabkan terjadinya gempa bumi.

Di Indonesia, sesar atau patahan gempa tersebar di beberapa wilayah. Seperti dilansir situs resmi ESDM Lampung, Minggu (27/11/2022), secara geografis Indonesia terletak di antara dua benua dan dua samudera yang menyebabkan Indonesia dilalui tiga jalur lempeng tektonik, yaitu Lempeng Indo-Australia, Lempeng Eurasia, dan Lempeng Pasifik.

Pergerakan lempeng-lempeng tersebut menyebabkan pengumpulan energi secara terus-menerus sampai tidak lagi mampu menahan gerakan hingga terjadi pelepasan mendadak yang disebut gempa bumi. Titik pusat gempa bumi yang terjadi biasanya berada di wilayah yang dilalui jalur sesar atau patahan.

Apa itu Sesar Gempa?

Mengutip dari situs resmi ESDM Lampung, secara geologi sesar gempa adalah sesar atau patahan sebagai bidang rekahan yang disertai oleh adanya pergeseran relatif (displacement) satu blok terhadap blok batuan lainnya.

Apa penyebab terbentuknya sesar gempa? Secara umum, sesar atau patahan terbentuk akibat adanya gaya pada batuan, baik berupa gaya yang menekan, gaya yang menarik, maupun kombinasi keduanya, sehingga batuan tidak mampu lagi menahan gaya tersebut.

Daerah yang dilalui sesar yang masih aktif bergerak adalah daerah yang rawan terjadi gempa bumi. Hal ini karena sesar atau patahan berupa area, maka biasanya sesar atau patahan disebut dengan zona sesar atau bidang sesar.

Jenis-jenis Sesar Gempa

Ada tiga jenis sesar gempa yang dikategorikan berdasarkan arah pergerakan batuan terhadap bidang sesar dan gaya yang menjadi penyebabnya.

1.Normal Faults

Normal Faults adalah sesar yang terjadi akibat adanya gaya tekan maksimum pada arah vertikal sehingga menyebabkan salah satu bidang batuan bergerak ke bawah mengikuti bidang sesar.

2. Reverse Fault

Reverse Faults adalah sesar yang terjadi akibat adanya gaya tekan maksimum pada arah vertikal sehingga menyebabkan salah satu bagian batuan bergerak ke atas. Sesar ini biasanya terjadi pada area di mana dua lempeng tektonik bertabrakan

3. Strike-Slip Faults

Strike-Slip Faults adalah sesar yang terjadi akibat bidang batuan yang bergerak secara horizontal yakni ke kiri atau ke kanan, akibat gaya yang bekerja pada batuan tersebut (strike-slip faults).

Sebaran Sesar Aktif di Indonesia

Sebagai negara yang dilalui pertemuan lempeng-lempeng tektonik, Indonesia memiliki banyak sesar, baik sesar aktif maupun sesar tidak aktif. Lantas, di mana saja sebaran sesar gempa di Indonesia itu?

1. Sesar Semangko

Sesar Semangko atau Sesar Sumatera adalah patahan yang memotong pulau Sumatera dari Aceh hingga Lampung.

Lokasi Sesar Semangko membentang di sepanjang sisi barat Pulau Sumatera sepanjang 1.900 kilometer. Sesar Semangko teridentifikasi sebagai jenis sesar mendatar.

2. Sesar Mentawai

Sesar Mentawai adalah sesar aktif yang berlokasi di laut sekitar kepulauan Mentawai berjarak sekitar 150 kilometer dari pantai barat Sumatera.

Sesar Mentawai memanjang dari pulau-pulau Mentawai dari Selatan hingga ke hingga ke sekitar Utara Nias. Sesar Mentawai teridentifikasi sebagai jenis sesar naik.

3. Sesar Cimandiri

Sesar Cimandiri adalah sesar aktif sepanjang 100 kilometer yang membentang dari Padalarang hingga Pelabuhan Ratu.

Zona sesar Cimandiri terdiri dari banyak sekali sesar naik dan sesar mendatar dengan arah orientasi barat-timur dan timur laut-barat daya. Sesar Cimandiri teridentifikasi sebagai jenis sesar geser.

4. Sesar Lembang

Sesar Lembang adalah sesar aktif di utara Kota Bandung yang memanjang dari barat ke timur. Sesar ini merupakan terusan dari ujung utara Sesar Cimandiri. Sesar Lembang teridentifikasi sebagai jenis sesar naik.

5. Sesar Baribis

Sesar Baribis adalah sesar aktif yang membentang dari Kabupaten Purwakarta sampai perbukitan Baribis di Kabupaten Majalengka.

Struktur Sesar Baribis diperkirakan memiliki panjang sekitar 100 kilometer. Sesar Baribis teridentifikasi sebagai jenis sesar naik.

6. Sesar Semarang

Sesar Semarang adalah sesar yang berarah utara-selatan yang sejajar dengan Kaligarang, sehingga juga dikenal sebagai Sesar Kaligarang. Sesar Semarang membentang dari daerah Gajahmungkur di utara sampai daerah Gunung Swakul di selatan.

7. Sesar Kendeng

Sesar Kendeng adalah sesar yang memanjang mengarah barat timur dari Jawa Tengah hingga bagian barat Jawa Timur. Sesar Kendeng bagian barat terlihat menyambung ke dalam sistem Sesar Semarang dan Baribis.

8. Sesar Opak

Sesar Opak adalah sesar yang membentang dari Wonosari hingga Yogyakarta.

Sesar ini membentuk gawir memanjang berarah barat daya-timur laut yang kemudian membelok ke arah timur dan bergabung dengan sistem sesar naik Batur Agung yang sudah tidak aktif. Sesar Opak teridentifikasi sebagai jenis sesar naik.

9. Sesar Palu Koro

Sesar Palu Koro adalah sesar yang membelah Pulau sulawesi dari Teluk Palu hingga Lembah Bone. Sesar ini merupakan struktur geologi utama di Provinsi Sulawesi Tengah

Sesar Palu Koro menjadi patahan dengan pergerakan terbesar kedua di indonesia, setelah patahan Yapen, Kepulauan Yapen, Papua Barat,Sesar Palu Koro teridentifikasi sebagai jenis sesar mendatar.

10. Sesar Sorong

Sesar Sorong adalah sesar yang membentang mulai dari barat laut Manokwari, memotong bagian utara Kepala Burung, sampai dengan Kota Sorong dan menerus ke Selat Sagewin di selatan Pulau Batanta. Sesar ini merupakan sesar paling aktif dan memiliki pergeseran segmen dengan kecepatan terbesar se-Indonesia.

Sesar Sorong sepanjang 400 kilometer membentuk kelurusan lembah dalam dan sempit, berarah hampir barat-timur yang memotong bagian utara Kepala Burung Pulau Papua. Sesar Sorong teridentifikasi sebagai jenis sesar geser.

Penulis: Vina Aprilyaningrum (Mahasiswi Stikosa-AWS)

Editor: Pahlevi

Tag

Vina Aprilyaningrum
gempa bumi
Sesar gempa

Bagikan ke

Tulis Komentar

Memuat...

Komentar

|

|

|

|