Optika.id, Jakarta – Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) mengungkap adanya fakta terbaru terkait kerangkeng manusia milik mantan Bupati Langkat, Terbit Rencana Perangin Angin. Temuan tersebut berupa tahanan yang berada di dalam kerangkeng mengalami penyiksaan yang tidak manusiawi.
Padahal sebelumnya, polisi dan warga sekitar tidak mempermasalahkan keberadaan kerangkeng manusia itu karena disebut digunakan untuk rehabilitasi. Tapi nyatanya kekejaman Terbit terungkap dari kerangkeng manusia itu.
Sejumlah tahanan mengungkapkan, mereka tidak hanya disiksa, tapi juga diperlakukan tidak manusiawi. Dari data yang diperoleh LPSK, tahanan ada yang dipaksa jilat kemaluan anjing.
Bahkan, ada tahanan yang dipaksa melakukan sodomi terhadap sesama para tahanan.
Adegan sodomi itu kemudian direkam oleh para penjaga kerangkeng manusia, diduga untuk dijadikan hiburan.
“Tahanan inisial KEO dan KRM ditelanjangi, diludahi mulutnya. Kemudian mereka mengaku dipaksa minum air kencing sendiri. Penghuni lain dipaksa menjilat sayuran di lantai,” kata Wakil Ketua LPSK, Edwin Partogi, dikutip dari Tribunnews, Sabtu (12/3/2022).