Komisi II DPR RI:Penguatan KASN sangat Perlu Sebagai Fungsi check and Balance

author angga kurnia putra

- Pewarta

Jumat, 12 Nov 2021 12:36 WIB

Komisi II DPR RI:Penguatan KASN sangat Perlu Sebagai Fungsi check and Balance

i

Komisi II DPR RI:Penguatan KASN sangat Perlu Sebagai Fungsi check and Balance

Optika.id-Ketua Komisi II DPR RI Ahmad Doli Kurnia Tandjung menegaskan diperlukan penguatan lembaga Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) terutama dalam fungsi check and balance agar like and dislike atau intervensi politik praktis dalam birokrasi dapat dicegah. Maka, dalam UU ASN nantinya harus mampu memberi kewenangan yang lebih luas bagi lembaga pengawasan sistem merit yang independen.

Demikian diungkapkan Doli saat memimpin pertemuan Tim Kunker Panja RUU tentang ASN Komisi II DPR RI dengan Akademisi Universitas Islam Indonesia (UII) di Yogyakarta, Senin (8/11/2021). Pertemuan ini dalam rangka mendapatkan masukan terkait Pembahasan Revisi RUU tentang Perubahan atas UU Nomor 5 Tahun 2014 tentang ASN.

Baca Juga: DPR RI Minta Pemerintah Serius Tangani Kasus Obat Sirup

"Penguatan KASN diperlukan karena dalam praktiknya masih banyak rekomendasi yang dikeluarkan belum sepenuhnya dijalankan. Kalau saya dari awal, pilihannya KASN ini ada dua yakni KASN tetap ada tapi tidak seperti sekarang serta KASN ke depan harus diperkuat. Tujuannya, terutama dalam check dan balance supaya like and dislike atau intervensi politik praktis dalam birokrasi dapat dicegah," ujar Politisi Fraksi Partai Golkar tersebut. 

Sementara itu, salah satu pakar akademisi UII berpandangan sistem merit adalah hal niscaya dalam menjawab tantangan menuju birokrasi kelas dunia 2024 mendatang. Sistem merit yang selama ini digaungkan KASN, secara nyata melindungi kepastian karier ASN dari berbagai ancaman, seperti intervensi politik praktis yang masih marak saat ini. 

Baca Juga: Lucy Kurniasari dan Kemenkes Gelar Sosialisasi Germas di Surabaya

Turut hadir Anggota Komisi II DPR RI Rifqinizamy Karsayuda, Ihsan Yunus, Djarot Saiful Hidayat (F-PDI Perjuangan), Ali Mufthi (F-Golkar), Sodik Mudjahid (F- Gerindra), Eva Stevany Rataba (F-NasDem), Yanuar Prihatin (F-PKB) serta Teddy Setiadi (F-PKS), Guspardi Gaus (F-PAN) dan Iip Miftahul Choiry (F-PPP).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Reporter: Angga Kurnia Putra

Baca Juga: DPR Ajak Masyarakat Ikuti Vaksin ‘Booster’ Berbayar untuk Bantu Pemerintah

Editor: Amrizal

Editor : Pahlevi

Tag :

BERITA TERBARU