Logo Optika.Id
Hukum

05-12-2022 | 22:03:55

Ngeri! Remaja Korea Utara Dieksekusi Mati Akibat Ketahuan Menonton dan Mendistribusikan Drama Korsel

Ditulis oleh:

Leni Setya Wati

Optika.id - Korea Utara (Korut) dilaporkan telah menghukum mati secara terbuka remaja yang ketahuan menonton dan mendistribusikan film drama Korea Selatan (Korsel).

Remaja itu kedapatan mencoba menjual thumb drive berisi konten film dan drama Korsel hasil selundupan di pasar lokal.

Eksekusi mati tersebut dilakukan menggunakan regu tembak pada Oktober lalu di sebuah lapangan terbang Kota Hyesen di utara yang berbatasan dengan China.

Menurut laporan dari Radio Free Asia (RFA), remaja yang dieksekusi mati tersebut diperkirakan berusia sekitar 16 - 17 tahun.

Dilansir dari Liputan 6 pada Senin (5/12/2022) dua diantaranya dieksekusi mati karena menonton dan mendistribusikan film Korsel dan satu lainnya akibat membunuh ibu tirinya.

Dua sumber yang melaporkan ke RFA mengatakan bahwa setelah menghabisi nyawa remaja tersebut, Pemerintah Kim Jong Un mengatakan bahwa dua jenis tindakan yang dilakukan remaja itu sama-sama jahat.

"Mereka (pihak berwenang) mengatakan bahwa mereka yang menonton atau mendistribusikan film dan drama Korsel, dan mereka yang mengganggu ketertiban sosial dengan membunuh orang lain, tidak akan diampuni dan akan dihukum hukuman mati maksimum," ungkap salah satu sumber yang merupakan penduduk Hyesan seperti dikutip dari CNN Indonesia, Senin (5/12/2022).

Otoritas pun dilaporkan memaksa warga lain untuk melihat video eksekusi itu.

"Penduduk Hyesan berkumpul di landasan. Pihak berwenang menempatkan siswa remaja di depan umum, menghukum mati mereka, dan segera menembak mereka," paparnya lagi.

Ia juga mengatakan bahwa pemerintah Korut memang kerap mengarahkan mata-mata di tempat publik demi memantau gerak-gerik warga yang kemudian melaporkan penjual ke polisi.

"Dan para siswa itu terjebak dalam jebakan kali ini," katanya.

"Saat ini berita eksekusi mati telah menyebar dan membuat orang ketakutan", ucap seorang penduduk provinsi Hamgyong Utara kepada RFA.

"Meskipun ada kontrol intensif dan tindakan keras untuk memberantas pemikiran dan budaya reaksioner, anak muda masih tertangkap diam-diam menonton film Korea Selatan. Jadi sekarang pihak berwenang memulai teror melalui eksekusi publik," ungkapnya.

Eksekusi mati seperti itu sebenarnya jarang terjadi di Korut. Biasanya pihak berwenang menerapkan eksekusi mati hanya untuk menakut-nakuti warganya agar patuh terhadap aturan yang diberlakukan di negara tersebut.

Eksekusi tersebut terjadi sekitar satu Minggu setah pihak berwenang Korut menggelar pertemuan publik untuk memberi peringatan kepada publik bahwa mereka akan bersikap keras terhadap kejahatan yang melibatkan media asing, terutama dari Korea Selatan.

Dalam beberapa tahun terakhir, budaya populer Korea Selatan memang semakin digandrungi dunia, tak terkecuali warga Korut khususnya anak muda.

Tapi meskipun Korut merupakan negara yang sangat tertutup dan ketat dala menyensor informasi dari dunia luar, namun banyak oknum yang berhasil menyelundupkan konten hiburan seperti musik, film, hingga drama dari luar negeri terutama Korea Selatan.

Penyelundup biasanya membawa konten media Korea Selatan ke Korut melalui China. Kemudian para distributor menyebarkannya ke warga Korut.

Rezim Kim Jong Un menjadi semakin khawatir mengenai budaya Korsel yang yang dipandang sebagai dekaden dan anti-revolusioner menular ke generasi mudanya.

Reporter: Leni Setya Wati

Editor: Pahlevi

Tag

film
Drama Korea
korea selatan
musik
K-pop
korea utara
kim jong un
Remaja di Eksekusi Mati

Bagikan ke

Tulis Komentar

Memuat...

Komentar

|

|

|

|