Logo Optika.Id
Gaya Hidup

04-12-2022 | 22:30:09

Sering Merasa Burnout? Lakukan 5 Cara Ini Agar Tepat Termotivasi Dalam Bekerja

Ditulis oleh:

Leni Setya Wati

Optika.id - Kesibukan, rutinitas sehari-hari dan banyaknya pekerjaan yang menumpuk tak jarang membuat seseorang rentan mengalami stress. Kondisi stress berat dan rasa lelah luar biasa yang berkepanjangan, baik secara fisik atau mental seperti ini biasanya disebut dengan istilah Burnout syndrome.

Biasanya, pekerjaan merupakan faktor utama yang sering menyebabkan sindrom psikologis ini terjadi, terutama pada masyarakat yang hidup di kota-kota besar yang cenderung menghabiskan sebagian besar waktunya untuk bekerja.

Dosen Fakultas Keperawatan Universitas Padjadjaran Iceu Amira DA, S.Sos., S.Kep., Ners., M.Kes. dalam Webinar dan Talkshow “Say No to Burnout: Be More Productive” yang digelar oleh Mahasiswa Program Profesi Ners Fkep Unpad, mengatakan bahwa “burnout” merupakan sindrom psikologis yang disebabkan adanya rasa kelelahan yang luar biasa, baik secara fisik, mental, maupun emosional.

Dampaknya, seseorang dapat kehilangan minat dan motivasi. Menurutnya, “burnout” dapat  mengurangi produktivitas dan menguras energi sehingga membuat seseorang merasa tidak berdaya, putus asa, lemah, dan cepat marah.

“Jika mengalami dalam waktu yang lama, akan berdampak pada kehidupan sosial terutama pekerjaannya,” kata Iceu dikutip dari laman resmi Universitas Padjajaran, Minggu (4/12/2022).

Sedangkan menurut Institute for Quality and Efficiency in Health Care, orang yang pertama kali mencetuskan istilah ini adalah seorang psikolog asal Amerika bernama Herbert Freudenberger pada tahun 1970-an.

Dia memakai istilah tersebut untuk menggambarkan konsekuensi dari stress berat dan cita-cita yang tinggi dalam “membantu” profesi. Contohnya seperti seorang teknisi listrik yang bekerja dengan tuntutan dan risiko tinggi yang seringkali berakhir kelelahan, lesu, dan sebagainya.

Seiring berjalannya waktu, pemakaian istilah burnout mulai meluas. Istilah ini tidak hanya digunakan untuk profesi tertentu atau untuk sisi gelap pengorbanan diri, karena saat ini burnout dapat dialami oleh siapapun, mulai dari orang-orang yang tertekan oleh karier, karyawan dan ibu rumah tangga yang terlalu banyak bekerja.

Organisasi kesehatan dunia (WHO) sendiri baru-baru ini telah menetapkan burnout untuk menggambarkan kondisi stres kronis yang berhubungan dengan pekerjaan.

Meski tidak termasuk dalam jenis penyakit fisik, tetapi burnout sama sekali tidak boleh diremahkan karena jika dibiarkan begitu saja, stress bisa membuat pekerjaan tidak kunjung selesai, putus asa, dan mudah marah. Selain pekerjaan, burnout biasanya juga sering dikaitkan dengan kondisi psikologis lain, seperti depresi.

Beberapa kemungkinan yang diduga dapat menyebabkan seseorang mengalami burnout, mulai dari ketidakmampuan mengontrol pekerjaan, bayangan pekerjaan yang tidak jelas, ritme pekerjaan yang tidak bersahabat, serta jenis pekerjaan yang monoton atau terlalu dinamis.

Untuk mencegahnya, Iceu menekankan pentingnya menjaga keseimbangan hidup. Menurutnya, pengelolaan waktu yang baik, serta kemampuan mengelola stress menjadi hal yang sangat penting.

“Juga mengubah gaya hidup, atur olah raga, atur pola makan, mengelola stress. Dengan demikian kita bisa mengurangi terjadinya burnout," ucapnya.

Sementara itu, dosen Fkep Unpad lainnya, Titin Suntini, S.Kep., Ners., M.Kep menyatakan pentingnya meluangkan waktu (Me Time) dengan berbagai aktivitas untuk menyegarkan otak dan menghindari kejenuhan yang dapat berujung pada kondisi burnout.

“Kalau sudah jenuh, me time. Ambil waktu me time kita yang kayak gimana. Setiap orang berbeda-beda,” ujarnya.

Selain itu, merangkum dari Kata Data, Minggu (4/12/2022), terdapat beberapa cara efektif yang juga bisa kamu coba untuk mengatasi gejala burnout, yakni:

  1. Menentukan Prioritas

Menentukan skala prioritas seperti, apa yang harus dilakukan sesegera mungkin dan apa yang bisa dikerjakan nanti, menjadi salah satu cara penting menghindari burnout karena pekerjaan menjadi lebih terstruktur.

  1. Lebih Realistis dan Apresiasi Diri Sendiri

Pekerjaan yang terlalu menumpuk tentu akan membuatmu kelelahan sehingga penting untuk mengukur kemampuan diri dalam bekerja. Selain itu, mengapresiasi diri sendiri atas pekerjaan-pekerjaan yang berhasil diselesaikan merupakan cara terbaik untuk menghargai apa yang sudah kamu kerjakan.

  1. Diskusikan Dengan Atasan

Karena burnout sering dialami karena terlalu banyaknya pekerjaan yang dibebankan kepada seseorang, maka berdiskusi kepada atasan mengenai target kerja merupakan solusi yang tepat untuk dilakukan.

  1. Atur Gaya Hidup Sehat

Dengan mengatur pola hidup sehat seperti membiasakan diri melakukan yoga, meditasi atau semacamnya, maka secara otomatis kamu telah menyeimbangkan antara pekerjaan dengan aktivitas lain di luar pekerjaan.

  1. Perbaiki Pola Tidur

Hal lain yang tidak kalah penting untuk mengatasi burnout adalah dengan mengatur pola tidur yang sehat. Selain baik untuk kesehatan, dengan pola tidur yang sehat kamu akan jauh lebih segar dan produktif, serta memiliki lebih banyak energi untuk bekerja.

Reporter: Leni Setya Wati

Editor: Pahlevi

Tag

tips
burnout
Pekerjaan
Lelah
Kelelahan

Bagikan ke

Tulis Komentar

Memuat...

Komentar

|

|

|

|